Apa Itu REKSADANA ?

Investasi Terpercaya di Reksadana Online

Menurut Kakek dan Nenek Kita dulu bahwa menabung itu Pangkal Kaya, sekarang pepatah itu tidak lagi spenuhnya benar. Karena nilai uang kita akan terus tergerus oleh Penurunan nilai mata uang dan kenaikan harga barang yang biasa disebut inflasi.

Apalagi, pendapatan bunga bank Anda dikenakan pajak sebesar 20%. Untuk itu, Anda perlu berinvestasi. Dan reksadana adalah pilihan yang aman karena diawasi OJK dan berpotensi memberikan return lebih baik dari sekadar menabung di bank.

Apa Sebetulnya REKSADANA itu??

Reksadana merupakan kumpulan dana dari berbagai investor yang dikelola oleh manajer investasi dan di investasikan dalam berbagai forpolio investasi seperti Deposito, Obligasi, saham ( Pasar uang, Pendapatan, Campuran, saham )

Lalu Bagaimana caranya agar uang kita bisa bertambah banyak? sehingga kita bisa membiayai pendidikan anak, membuka usaha atau mempersiapkan masa pensiun??

BERINVESTASI lah karena Menabung tidak sama dengan investasi !

Banyak yang bertanya … bukankah berinvestasi butuh dana yang sangat besar, memerlukan keahlian dan pengetahuan khusus untuk mengeloalanya ??

Investasi Terpercaya di Reksadana Online

Karena itu REKSADANA hadir sebagai instrumen Investasi yang murah, mudah, aman dan menguntungkan bagi investor pemula yang memiliki dana terbatas.
Anda bisa mulai berinvestasi hanya dengan mulai Rp100.000.

Dana dikelola oleh manajer investasi Profesional dan berpengalaman.

Reksadana merupakan produk secara resmi yang diawasi oleh OJK ( otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia )

Anda juga dapat mencairkan dana investasi kapan saja. Potensi keuntungan di REKSADANA bisa lebih menguntungkan dari Deposito, apalagi di REksadana hasil investasi anda tidak di kenakan pajak. Anda Tertarik/? untuk memulai investasi reksadana Anda dengan mudah, aman dan nyaman melakukannya secara online di www,BAREKSA,com

Manfaat Reksadana ;

  1. Dikelola oleh manajer investasi yang berpengalaman dan profesional
  2. Likuiditas yang tinggi
  3. Terdiversifikasi ( reksadana obligasi, saham, depotio,dll )
  4. Diatur dan diawasi oleh OJK ( otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia )
  5. Transparansi ( trafik investasi reksadana dapat di cek secara online dan update )
  6. Investasi dengan Biaya Rendah dan terjangkau
  7. Bukan objek Pajak 0%


Reksa dana merupakan salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Reksa Dana dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal, mempunyai keinginan untuk melakukan investasi, namun hanya memiliki waktu dan pengetahuan yang terbatas. Selain itu Reksa Dana juga diharapkan dapat meningkatkan peran pemodal lokal untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Umumnya, Reksa Dana diartikan sebagai Wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya di investasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.

Mengacu kepada Undang-Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995, pasal 1 ayat (27) didefinisikan bahwa Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

Ada tiga hal yang terkait dari definisi tersebut yaitu, Pertama, adanya dana dari masyarakat pemodal. Kedua, dana tersebut diinvestasikan dalam portofolio efek, dan Ketiga, dana tersebut dikelola oleh manajer investasi.

Dengan demikian, dana yang ada dalam Reksa Dana merupakan dana bersama para pemodal, sedangkan manajer investasi adalah pihak yang dipercaya untuk mengelola dana tersebut.

Manfaat yang diperoleh pemodal jika melakukan investasi dalam Reksa Dana, antara lain:

  1. pemodal walaupun tidak memiliki dana yang cukup besar dapat melakukan diversifikasi investasi dalam Efek, sehingga dapat memperkecil risiko. Sebagai contoh, seorang pemodal dengan dana terbatas dapat memiliki portfolio obligasi, yang tidak mungkin dilakukan jika tidak tidak memiliki dana besar. Dengan Reksa Dana, maka akan terkumpul dana dalam jumlah yang besar sehingga akan memudahkan diversifikasi baik untuk instrumen di pasar modal maupun pasar uang, artinya investasi dilakukan pada berbagai jenis instrumen seperti deposito, saham, obligasi.
  2. Reksa Dana mempermudah pemodal untuk melakukan investasi di pasar modal. Menentukan saham-saham yang baik untuk dibeli bukanlah pekerjaan yang mudah, namun memerlukan pengetahuan dan keahlian tersendiri, dimana tidak semua pemodal memiliki pengetahuan tersebut.
  3. Efisiensi waktu. Dengan melakukan investasi pada Reksa Dana dimana dana tersebut dikelola oleh manajer investasi profesional, maka pemodal tidak perlu repot-repot untuk memantau kinerja investasinya karena hal tersebut telah dialihkan kepada manajer investasi tersebut.

Seperti halnya wahana investasi lainnya, disamping mendatangkan berbagai peluang keuntungan, Reksa Dana pun mengandung berbagai peluang risiko, antara lain:

  • Risko Berkurangnya Nilai Unit Penyertaan. |> Risiko ini dipengaruhi oleh turunnya harga dari Efek (saham, obligasi, dan surat berharga lainnya) yang masuk dalam portfolio Reksa Dana tersebut.
  • Risiko Likuiditas |> Risiko ini menyangkut kesulitan yang dihadapi oleh Manajer Investasi jika sebagian besar pemegang unit melakukan penjualan kembali (redemption) atas unit-unit yang dipegangnya. Manajer Investasi kesulitan dalam menyediakan uang tunai atas redemption tersebut.
  • Risiko Wanprestasi |> Risiko ini merupakan risiko terburuk, dimana risiko ini dapat timbul ketika perusahaan asuransi yang mengasuransikan kekayaan Reksa Dana tidak segera membayar ganti rugi atau membayar lebih rendah dari nilai pertanggungan saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti wanprestasi dari pihak-pihak yang terkait dengan Reksa Dana, pialang, bank kustodian, agen pembayaran, atau bencana alam, yang dapat menyebabkan penurunan NAB (Nilai Aktiva Bersih) Reksa Dana.

Dilihat dari portfolio investasinya, Reksa Dana dapat dibedakan menjadi :

  • Reksa Dana Pasar Uang (Moner Market Funds). Reksa Dana jenis ini hanya melakukan investasi pada Efek bersifat Utang dengan jatuh tempo kurang dari 1 (satu) tahun. Tujuannya adalah untuk menjaga likuiditas dan pemeliharaan modal.
  • Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Funds). Reksa Dana jenis ini melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari aktivanya dalam bentuk Efek bersifat Utang. Reksa Dana ini memiliki risiko yang relatif lebih besar dari Reksa Dana Pasar Uang. Tujuannya adalah untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang stabil.
  • Reksa Dana Saham (Equity Funds). Reksa dana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari aktivanya dalam bentuk Efek bersifat Ekuitas. Karena investasinya dilakukan pada saham, maka risikonya lebih tinggi dari dua jenis Reksa Dana sebelumnya namun menghasilkan tingkat pengembalian yang tinggi.
  • Reksa Dana Campuran. Reksa Dana jenis ini melakukan investasi dalam Efek bersifat Ekuitas dan Efek bersifat Utang.

Informasi Lainnya..